Siapa sih gw?
Blog Teman
Situs2 Yang Wajib Dikunjungi
Tag
ShoutOuts



Kontak
free counters

Powered by TripAdvisor
Memori



Tour de Flores bag 3 (Aimere - Ruteng)
Monday, August 01, 2011 / 6:58 PM


Jam 3 tepat kami dijemput sama om supir dari Gunung Mas Travel (liat posting sebelumnya) dan menuju ke Ruteng via Aimere (kab. Ende). Setelah menenggak pil antimo karena gw udah tau jalan Flores yg berliku, akhirnya kami berdua (gw dan Desi) melaju menuju Ruteng sambil tidur pules. Di Aimere, kami singgah makan, gw ga niat makan krn ga selera ngeliat masakan di RM Padang yang kayanya dah lama. Dan akhirnya moto2 sajah...
Penjual buah di pasar kaget depan pelabuhan Aimere...

Berikut sopi Aimere yang terkenal enak...harganya 10rb (botol kecil).
Perjalanan pun dilanjutkan om supir dengan kecepatan ala supir metromini or kopaja di Jakarta...manuver demi manuver akhirnya membuat seorang ibu muntah di jalan, untung di setiap kantung kursi di mobil ini dilengkapi dengan plastik kresek tipis yang berfungsi jadi kantong muntah....jadi kaya air-sickness bag di pesawat :D

Kami tiba di Ruteng jam 7 malam, dan gw langsung menuju Biara MBC (Maria Berduka Cita) yang terletak di jalan Ahmad Yani di jalan Ahmad Yani di Timur kota Ruteng. Ternyata biara tersebut lagi dipake untuk acara workshop sebuah instansi pemerintah se-provinsi NTT. Mungkin karena kasian ngeliat ransel gw yg segede gaban dan muka yg udah kecapean, gw dikasih 1 kamar yg ternyata baru kosong karena beberapa peserta dari kabupaten di NTT sudah pulang tadi sore. Cek in di kamar paling murah 120rb, udah coba nawar, ga bisa kurang, itu yg paling murah menurut si suster. Kamarnya sangat nyaman, bersih dan ada air panas (keharusan di Ruteng mengingat suhu udara yang dingin banget). Jadi, akhirnya gw bisa mandi dan tidur lelap banget. Wisma Santa Maria (Biara MBC) --> telp : 0385 - 22834 or 22279 or HP (081 353 763 129).









Hari ke-5:

Esok harinya bangun bersamaan dengan matahari terbit, dan ternyata penghuni biara udah pada bangun dan berbenah…gw sempat mengabadikan beberapa momen langit di pagi hari…indah!













Selesai foto2, gw tidur lagi 1 jam dan bangun lalu mandi dan sarapan. Sarapannya enak! Disediakan roti tawar beserta selai dan mentega serta meses, juga ada nasi goreng, kopi (tubruk or nescafe) dan teh. Silahkan ambil sendiri sepuasnya…ga pake dijatah…amboi enak pisan!


Setengah 9 pagi, Desi jemput gw ke rumah camer-nya. Calon kakak iparnya ngajakin gw ke Situs Liang Bua (kira2 30 menit naik mobil) - mobilnya gratisan - mobil cowonya Desi. Sampai disana dipandu oleh guide - om Kornelis - yang merangkap menjadi assisten dalam penelitian para arkeolog dalam dan luar negeri. Saat ini para arkeolog sedang pulang ke negaranya sambil membawa sampel galian yang ditemui, mungkin karena peralatan di Indonesia kurang memadai untuk menentukan umur fossil kali ya?

Gambar situs dimana fossil manusia purba ditemukan, terkesan terbengkalai...beda dengan situs penggalian penelitian arkeologi di luar negeri yg dijaga ketat karena takut dimalingin...

Lubang dimana fossil hewan2 purba (termasuk yang diduga memangsa Homo Floriesiensis) terkubur...

Situs Liang Bua dari atas, pintu masuk yg besar membuat tempat ini kelihatan megah...

Di situs ini ditemukan fossil Homo Floresiensis yang berumur ribuan tahun bersama fosil2 hewan yang diduga diburu oleh mereka. Ada juga fosil hewan buas yang diduga memakan para manusia purba ini sampai habis/punah, begitu menurut om Kornelis. Di situs ini sebenarnya ada terowongan menuju 2 gua lain yang dulu bisa dilalui manusia moden normal, namun karena erosi dan tertutup endapan lumpur sehingga kini tidak bisa dilalui lagi. Belum ada rencana escavasi dari para arkeolog.

Kami di atas gua yang tertutup tanah (gua kecil ini penghubung gua Liang Bua dengan Liang Tana dan Liang Galang)

Puas melihat dan memfoto Liang Bua yang diduga sebagai gua utama dari 3 gua yang ada di desa ini; kami menuju Liang Tana. Di sini guanya agak landai dan kurang sebesar dibandingkan dengan Liang Bua. Di Liang Tana, diduga merupakan ruang beristirahat para manusia purba.















Di pinggir 'jurang' Liang Tana...

Lagi-lagi terowongan penghubung Liang Tana dan Liang Bua juga sudah tertimbun erosi. Kami lanjut ke Liang Galang dimana ada batu2an yang menyerupai kolam yang ternyata dahulu dipakai oleh manusia purba Homo Floriesiensis untuk menjadi tempat mandinya. Di tempat ini jika musim hujan, penuh berisi air. Menurut om Kornelis, air yang tertampung di kolam mandi ini dianggap membawa berkah. Dia bercerita tentang Saipul Jamil (penyanyi dangdut) yang pernah datang kesini dan cuci muka dengan air kolam ini. Ada juga kisah seorang perempuan yang datang dan mengambil air di kolam ini tanpa berkata2 tentang maksud dan tujuannya dan kemudian selama 1 minggu penuh setiap jam 5 pagi dia cuci muka dengan air kolam ini. Dan doanya terkabul, yaitu dia doa meminta jodoh. Akhirnya dia mendapatkan suami, dan ketika suaminya diajak ke kolam ini beberapa bulan kemudian. Si suami juga membawa pulang air dari kolam ini dan dipakai mencuci muka sesuai dengan ritual yang dijalankan istrinya dahulu, alhasil…si suami punya ‘WIL’ sehingga dia bertengkar dengan istrinya. Ada2 aja kan? Emang menurut om Kornelis, niatnya tidak boleh dikatakan kepada orang lain sampai benar2 terjadi…Tapi percaya atau tidak, terserah anda…

Kolam 'sakti' yg air tampungannya membawa 'berkah' bagi yg cuci muka...(katanya), padahal dl bak mandinya manusia purba dan anak serta istrinya...

'Pintu masuk' kiri Liang Galang...
Bagian atas Liang Galang

Sehabis mengunjungi 3 Liang, kami menuju rumah salah satu keturunan Homo Floresiensis yang masih berperawakan mini dibandingkan manusia modern. Sayang si Bai (kakek) sedang ke kebun bersama si nenek. Dan kami hanya bisa memfoto halaman Majalah NatGeo dan foto ilustrasi si manusia purba yang ada di rumah si kakek. Tapi, jika ingin berkunjung kesana dan diterima secara adat Manggarai, siapkan kocek 1 juta rupiah, karena si kakek dan keluarga besarnya (yang katanya keturunan Homo Floresiensis) bersama orang satu kampung akan menyambut anda dengan adat Rampasasa dimana mereka akan menjamu anda dengan masakan ayam/babi/kambing dan pengalungan kain adat. Bisa menghubungi om Kornelis ( 0852 5334 1036) -guide Liang Bua, Liang Tana dan Liang Galang yang akan mengaturnya. Hitung2 anda menyaksikan tarian adat dll sambil melestarikan budaya setempat dengan rejeki anda...

Puas mengunjungi situs2 gua purbakala, walau kami tidak bisa menelusuri terowongan2 penghubung antar gua, kami kembali ke Ruteng untuk menunggu travel yang akan menjemput kami di rumah teman tsb. Sepanjang perjalanan, sawah menguning terhampar...jadi inget tepian danau Toba dimana banyak sawah serupa...


Sampai di rumah camer Desi, gw sempetin main dengan Mopi, anjing asli Manggarai yang badannya gede...segede patung anjing herder jaman dulu. Tapi walau gede dan tampangnya sangar, si Mopi sangat jinak dan lucu, bisa ditunggangi dan dibolak balik plus berpose ngangkang.... :D


Jam 3 WITA, travel datang...Gunung Mas lagi, dan kali ini kami menuju Labuan Bajo.... Sepanjang perjalanan dari Ruteng ke Labuanbajo, banyak pemandangan menarik di kiri kanan jalan, ada air terjun spt yang ada di bawah ini... air terjunnya nyaris tertutup pepohonan...

banyak sawah kekuningan yang menghampar luas....

Menjelang sore, terdapat secercah pemandangan sunset di bagian atas Labuan bajo yang berhasil gw abadikan…

Sampe di Labuan bajo sekitar jam 7 malam dan kami membayar 50rb, langsung diantar ke biara Stella Maris yang sudah kami pesan. Tempatnya memang murah, jika 1 orang 50rb. Tapi karena kami berdua jadi harus bayar 100rb untuk 1 kamar yang ada kipas angin mejanya (kecil banget). Tapi kamar mandinya kurang bersih dan airnya ketika pagi saja menyala, kontras sekali dengan biara MBC di Ruteng. Tapi untungnya ada kelambu, mengingat udara LBJ yang panas dan lembab, gw rada ngeri dengan nyamuk…Karena males ngeliat kamar mandinya, gw n Desi memutuskan ga mandi malam itu. Dan kita keluar untuk cari makan di dekat dermaga TPI. Banyak warung2 yang jualan menu ikan bakar, nasi goreng dan ayam goreng/bakar, kami nyoba ikan bakar. 1 ikan dihargai 25rb belom termasuk nasi dan minuman. Puas makan, kami jalan2 bentar lalu pulang ke biara, tidur buat nyiapin tenaga untuk berlayar besok.

Biara Stella Maris LBJ : Kalau dari pelabuhan langsung masuk jalan kecil ke barat, langsung kelihatan kok kalau keluar pelabuhan kapelnya. (kontak saja ke sr. Renata :082144434898)

bersambung ke bagian 4....

Labels: , , , ,