


Esok harinya bangun bersamaan dengan matahari terbit, dan ternyata penghuni biara udah pada bangun dan berbenah…gw sempat mengabadikan beberapa momen langit di pagi hari…indah!


Selesai foto2, gw tidur lagi 1 jam dan bangun lalu mandi dan sarapan. Sarapannya enak! Disediakan roti tawar beserta selai dan mentega serta meses, juga ada nasi goreng, kopi (tubruk or nescafe) dan teh. Silahkan ambil sendiri sepuasnya…ga pake dijatah…amboi enak pisan!

Setengah 9 pagi, Desi jemput gw ke rumah camer-nya. Calon kakak iparnya ngajakin gw ke Situs Liang Bua (kira2 30 menit naik mobil) - mobilnya gratisan - mobil cowonya Desi. Sampai disana dipandu oleh guide - om Kornelis - yang merangkap menjadi assisten dalam penelitian para arkeolog dalam dan luar negeri. Saat ini para arkeolog sedang pulang ke negaranya sambil membawa sampel galian yang ditemui, mungkin karena peralatan di Indonesia kurang memadai untuk menentukan umur fossil kali ya?



Di situs ini ditemukan fossil Homo Floresiensis yang berumur ribuan tahun bersama fosil2 hewan yang diduga diburu oleh mereka. Ada juga fosil hewan buas yang diduga memakan para manusia purba ini sampai habis/punah, begitu menurut om Kornelis. Di situs ini sebenarnya ada terowongan menuju 2 gua lain yang dulu bisa dilalui manusia moden normal, namun karena erosi dan tertutup endapan lumpur sehingga kini tidak bisa dilalui lagi. Belum ada rencana escavasi dari para arkeolog.

Puas melihat dan memfoto Liang Bua yang diduga sebagai gua utama dari 3 gua yang ada di desa ini; kami menuju Liang Tana. Di sini guanya agak landai dan kurang sebesar dibandingkan dengan Liang Bua. Di Liang Tana, diduga merupakan ruang beristirahat para manusia purba.


Lagi-lagi terowongan penghubung Liang Tana dan Liang Bua juga sudah tertimbun erosi. Kami lanjut ke Liang Galang dimana ada batu2an yang menyerupai kolam yang ternyata dahulu dipakai oleh manusia purba Homo Floriesiensis untuk menjadi tempat mandinya. Di tempat ini jika musim hujan, penuh berisi air. Menurut om Kornelis, air yang tertampung di kolam mandi ini dianggap membawa berkah. Dia bercerita tentang Saipul Jamil (penyanyi dangdut) yang pernah datang kesini dan cuci muka dengan air kolam ini. Ada juga kisah seorang perempuan yang datang dan mengambil air di kolam ini tanpa berkata2 tentang maksud dan tujuannya dan kemudian selama 1 minggu penuh setiap jam 5 pagi dia cuci muka dengan air kolam ini. Dan doanya terkabul, yaitu dia doa meminta jodoh. Akhirnya dia mendapatkan suami, dan ketika suaminya diajak ke kolam ini beberapa bulan kemudian. Si suami juga membawa pulang air dari kolam ini dan dipakai mencuci muka sesuai dengan ritual yang dijalankan istrinya dahulu, alhasil…si suami punya ‘WIL’ sehingga dia bertengkar dengan istrinya. Ada2 aja kan? Emang menurut om Kornelis, niatnya tidak boleh dikatakan kepada orang lain sampai benar2 terjadi…Tapi percaya atau tidak, terserah anda…



Sehabis mengunjungi 3 Liang, kami menuju rumah salah satu keturunan Homo Floresiensis yang masih berperawakan mini dibandingkan manusia modern. Sayang si Bai (kakek) sedang ke kebun bersama si nenek. Dan kami hanya bisa memfoto halaman Majalah NatGeo dan foto ilustrasi si manusia purba yang ada di rumah si kakek. Tapi, jika ingin berkunjung kesana dan diterima secara adat Manggarai, siapkan kocek 1 juta rupiah, karena si kakek dan keluarga besarnya (yang katanya keturunan Homo Floresiensis) bersama orang satu kampung akan menyambut anda dengan adat Rampasasa dimana mereka akan menjamu anda dengan masakan ayam/babi/kambing dan pengalungan kain adat. Bisa menghubungi om Kornelis ( 0852 5334 1036) -guide Liang Bua, Liang Tana dan Liang Galang yang akan mengaturnya. Hitung2 anda menyaksikan tarian adat dll sambil melestarikan budaya setempat dengan rejeki anda...
Puas mengunjungi situs2 gua purbakala, walau kami tidak bisa menelusuri terowongan2 penghubung antar gua, kami kembali ke Ruteng untuk menunggu travel yang akan menjemput kami di rumah teman tsb. Sepanjang perjalanan, sawah menguning terhampar...jadi inget tepian danau Toba dimana banyak sawah serupa...


Sampai di rumah camer Desi, gw sempetin main dengan Mopi, anjing asli Manggarai yang badannya gede...segede patung anjing herder jaman dulu. Tapi walau gede dan tampangnya sangar, si Mopi sangat jinak dan lucu, bisa ditunggangi dan dibolak balik plus berpose ngangkang.... :D

Jam 3 WITA, travel datang...Gunung Mas lagi, dan kali ini kami menuju Labuan Bajo.... Sepanjang perjalanan dari Ruteng ke Labuanbajo, banyak pemandangan menarik di kiri kanan jalan, ada air terjun spt yang ada di bawah ini... air terjunnya nyaris tertutup pepohonan...




Biara Stella Maris LBJ : Kalau dari pelabuhan langsung masuk jalan kecil ke barat, langsung kelihatan kok kalau keluar pelabuhan kapelnya. (kontak saja ke sr. Renata :082144434898)
Labels: gua purbakala, Homo Floriesiensis, Liang Bua, Liang Tana, Ruteng
